Sabtu, 16 Maret 2013

FairyFloss Room ( berbagai macam sounvenir unik, dengan kreasi yang bisa Anda Ciptakan Sendiri)











menerima berbagai macam souvenir dan aksesoris berbahan flanel, motif dan gambar sesuai keinginan. sangat cocok untu cinderamata tamu pernikahan.

ayo pesan sodara ;)

cp ; 085696432712/ pin; 2914c2ce



Rabu, 13 Maret 2013

Membuat Awetan Rangka Aves


Membuat Awetan Rangka Aves

Tidak begitu sulit membuat awetan rangka aves. Hanya membutuhkan sedikit kesabaran dan ketelitian untuk membuatnya.
Untuk kemudahan pembuatan, bagi pemula saya sarankan untuk menggunakan spesies aves yang berukuran agak besar. Sedangkan untuk teknik pembuatannya, saya memilih untuk menggunakan teknik perebusan. Waktu pengerjaannya sekitar seminggu.


Adapun alat dan bahan yang diperlukan antara lain :
  • ·         Ayam kampung (Gallus gallus domestica)
  • ·         Pisau cutter
  • ·         Pinset
  • ·         Lem (Lem hanya untuk jaga-jaga, kalau ada tulang yang terlepas. Gunakan lem untuk keramik/gelas)
  • ·         Bensin secukupnya (± ½ - 1 liter)
  • ·         Kawat untuk dudukan/penahan rangka ayam. (± 3 x panjang ayam).
  • ·         Kawat kecil (bisa digunakan serabut kabel) untuk pengikat rangka ayam dengan kawat penahan
  • ·         Phylox clear (bening/transparan)
  • ·         Alas kayu (uk.30x30 cm) atau box kaca (uk.35x35x40 cm)
  • ·         (Sebenarnya alas kayu saja sudah cukup. Box kaca ini sifatnya opsional, tujuannya supaya awetan terjaga dari benturan dan juga menambah nilai estetika)


Langkah kerja :
  • ·         Eksekusi sang ayam hingga wafat (Ayamnya saya sembelih, biar halal dan dagingnya bisa dibuat campuran nasi goreng J. Di beberapa literatur sih, cuma disuruh bius aja, tapi saya ngga tega. Lagian juga dagingnya mubazir.)
  • ·         Catat informasi tentang morfologi si ayam. (kelamin ayam, panjang dan tinggi ayam, rentang sayap, dsb)
  • ·         Cabuti bulu-bulunya. Caranya dengan mencelupkan ayam kedalam air mendidih lalu dibolak-balik. Ngga perlu lama-lama. Sebentar saja. Lalu bulunya akan dapat dengan mudah dicabuti.
  • ·         Rebus ayam dalam air mendidih sekitar 10 menit. Proses perebusan ini berguna untuk memudahkan kita melepaskan daging dari tulang. Perebusan yang terlalu sebentar akan menyebabkan kita kesulitan melepas daging. Sedangkan perebusan yang terlalu lama dapat menyebabkan rusaknya jaringan ikat. Kemudian angkat ayam dan tiriskan.
  • ·         Biarkan ayam dingin dengan sendirinya. Sekitar 1 jam. Hal ini untuk menjaga agar tulang tidak rapuh.
  • ·         Ambil semua organ dalam ayam dengan menyayat perut bagian belakang bawah. Pisahkan daging dari tulang dengan hati-hati jangan sampai tulang-tulangnya terpisah. Untuk mengambil sisa-sisa serpihan daging yang menempel pada tulang, gunakan pinset.
  • ·         Kosongkan tengkorak dari otak dengan menggunakan alat cungkil yang tumpul. Lalu semprot bagian dalam tengkorak dengan air hingga benar-benar bersih.
  • ·         Cuci rangka menggunakan bensin. Hal ini bertujuan untuk menghilangkan lemak yang menempel pada tulang. Hasilnya tulang akan terasa kesat.
  • ·         Buat dudukan rangka mengikuti alur tulang belakang (vertebra) ayam. Lalu ikat rangka pada dudukan rangka dibeberapa bagian. (kepala, leher, badan, tulang ekor)
  • ·         Angin-anginkan rangka sekitar 1-2 hari.
  • ·         Semprotkan phylox clear pada rangka secara merata. Diamkan hingga kering (± ½ jam). Kemudian ulangi hingga tiga kali.
  • ·         Atur posisi rangka pada box kaca.
  • Selesai.

Selasa, 12 Maret 2013

Staphylococcus aureus (MIKROBIOLOGI)


       Staphylococcus aureus (S. aureus) adalah bakteri gram positif yang menghasilkan pigmen kuning, bersifat aerob fakultatif, tidak menghasilkan spora dan tidak motil, umumnya tumbuh berpasangan maupun berkelompok, dengan diameter sekitar 0,8-1,0 µm. S. aureus tumbuh dengan optimum pada suhu 37oC dengan waktu pembelahan 0,47 jam. S. aureus merupakan mikroflora normal manusia. Bakteri ini biasanya terdapat pada saluran pernapasan atas dan kulit. Keberadaan S. aureus pada saluran pernapasan atas dan kulit pada individu jarang menyebabkan penyakit, individu sehat biasanya hanya berperan sebagai karier  Infeksi serius akan terjadi ketika resistensi inang melemah karena adanya perubahan hormon; adanya penyakit, luka, atau perlakuan menggunakan steroidatau obat lain yang memengaruhi imunitas sehingga terjadi pelemahan inang.
Infeksi S. aureus diasosiasikan dengan beberapa kondisi patologi, diantaranya bisul, jerawatpneumoniameningitis, dan arthritits. Sebagian besar penyakit yang disebabkan oleh bakteri ini memproduksi nanah, oleh karena itu bakteri ini disebut piogenik. S. aureus juga menghasilkan katalase, yaitu enzim yang mengkonversi H2O2 menjadi H2O dan O2, dan koagulase, enzim yang menyebabkan fibrin berkoagulasi dan menggumpal. Koagulase diasosiasikan dengan patogenitas karena penggumpalan fibrin yang disebabkan oleh enzim ini terakumulasi di sekitar bakteri sehingga agen pelindung inang kesulitan mencapai bakteri dan fagositosis terhambat

Staphylococcus aureus, 50,000x, USDA, ARS, EMU.jpg

S. aureus termasuk bakteri osmotoleran, yaitu bakteri yang dapat hidup di lingkungan dengan rentang konsentrasi zat terlarut (contohnya garam) yang luas, dan dapat hidup pada konsentrasi NaCl sekitar 3 Molar Habitat alami S aureus pada manusia adalah di daerah kulit, hidung, mulut, dan usus besar, di mana pada keadaan sistem imun normal, S. aureus tidak bersifat patogen (mikroflora normal manusia)

MAKALAH EVOLUSI KARANG


I.        PENDAHULUAN
A.    Latar belakang
Terumbu karang adalah sekumpulan hewan karang yang bersimbiosis dengan sejenis tumbuhan alga yang disebut zooxanhellae. Terumbu karang termasuk dalam jenis filum Cnidaria kelas Anthozoa yang memiliki tentakel. Kelas Anthozoa tersebut terdiri dari dua Subkelas yaitu Hexacorallia (atau Zoantharia) dan Octocorallia, yang keduanya dibedakan secara asal-usul,Morfologi dan Fisiologi.
Koloni karang dibentuk oleh ribuan hewan kecil yang disebut Polip. Dalam bentuk sederhananya, karang terdiri dari satu polip saja yang mempunyai bentuk tubuh seperti tabung dengan mulut yang terletak di bagian atas dan dikelilingi oleh Tentakel. Namun pada kebanyakan Spesies, satu individu polip karang akan berkembang menjadi banyak individu yang disebut koloni. Hewan ini memiliki bentuk unik dan warna beraneka rupa serta dapat menghasilkan CaCO3. Terumbu karang merupakan habitat bagi berbagai spesies tumbuhan laut, hewan laut, dan mikroorganisme laut lainnya.
Selama satu tahun rata-rata karang hanya dapat menghasilkan batu karang setinggi 1 cm saja. Jadi selama 100 tahun karang batu itu hanya tumbuh 100 cm. Kalau begitu, jika karang yang tingginya 5 meter dirusak, diperlukan 500 tahun agar kembali seperti semula. Terumbu karang termasuk ekosistem yang paling tua di bumi ini. Tahap pertama evolusi terumbu karang terjadi kira-kira 500 juta tahun yang lalu. Terumbu karang modern ada sejak lebih dari 50 juta tahun yang lalu. Waktu yang dibutuhkan terumbu karang untuk tumbuh adalah antara 5000 sampai 10.000 tahun, pada makalah ini akan lebih jauh dibahas mengenai proses terbentuk maupun evolusi dari karang dan terumbu karang.
B.    Tujuan Penulisan
1.      Untuk mengetahui evolusi Terumbu karang
2.      Untuk mengetahui evolusi karang


II.           PEMBAHASAN
Terumbu Karang adalah bangunan ribuan karang yang menjadi tempat hidup berbagai ikan dan makhluk laut lainnya. Karang yang hidup di laut, tampak terlihat seperti batuan atau tanaman. Tetapi mereka sebenarnya adalah sekumpulan hewan-hewan kecil yang dinamakan polip. Ada dua macam karang, yaitu karang batu (hard corals) dan karang lunak (soft corals). Karang batu merupakan karang pembentuk terumbu karena tubuhnya yang keras seperti batu. Kerangkanya terbuat dari kalsium karbonat atau zat kapur. Karang baru bekerja sama dengan alga yang disebut zooxanthellae. Karang batu hanya hidup di perairan dangkal dimana sinar matahari masih didapatkan. Karang lunak bentuknya seperti tanaman dan tidak bekerja sama dengan alga. Karang lunak dapat hidup baik di perairan dangkal maupun di perairan dalam yang gelap.
Selama satu tahun rata-rata karang hanya dapat menghasilkan batu karang setinggi 1 cm saja. Jadi selama 100 tahun karang batu itu hanya tumbuh 100 cm. Kalau begitu, jika karang yang tingginya 5 meter dirusak, diperlukan 500 tahun agar kembali seperti semula. Terumbu karang termasuk ekosistem yang paling tua di bumi ini. Tahap pertama evolusi terumbu karang terjadi kira-kira 500 juta tahun yang lalu. Terumbu karang modern ada sejak lebih dari 50 juta tahun yang lalu. Waktu yang dibutuhkan terumbu karang untuk tumbuh adalah antara 5000 sampai 10.000 tahun.
1.      Terdapat berbagai macam pendapat yang menjelaskan mengenai proses pembentukan maupun terumbu karang, diantaranya ;
a.       Menurut Darwin, evolusi terumbu karang disebabkan oleh gerakan tektonik dari bumi. Dia mengusulkan bahwa evolusi terumbu karang terjadi dari fringing reefs lalu barrier reefs dan akhirnya karang atol yang terbentuk karena rangkaian evolusi. Seperti pada pulau volkanik yang lambat laun tenggelam karena gerakan tektonik pulau tersebut dan pada saat yang sama fringing reefs tumbuh di tepi pantai pulau. Karena proses tektonik yang terus berlajut yang menyebabkan pulau terus tenggelam dan posisi karang terus tumbuh walau substrat tempat dia tumbuh terus tenggelam sehingga membentuk suatu barrier reefs. Ketika pulau seluruhnya tenggelam,  posisi barier reefs tetap sama (tepi pantai), karena pulaunya tenggelam bagian tengah menjadi terisis air laut dan membentuk lagoon dengan karang atolls disekitarnya.
(Gambar 1. Evolusi menurut Darwin )

b.      Menurut Daly , evolusi pada terumbu karang terjadi karena perubahan ketinggian permukaan air laut yang disebabkan oleh pergerakan bumi yang semakin dekat dengan matahari dan iklim yang menghangat. Proses evolusi yang terjadi yaitu mulai dari terumbu karang tepi, karena permukaan air yang meningkat dan karang yang terus berusaha tumbuh pada kedalaman yang optimum bagi pertumbuhannya maka karang tersebut terus tumbuh sehingga tetap pada kedalaman yang optimum lalu membentuk barrier reeefs. Namun ketika permukaan air laut yang terus meningkat hingga menenggelamkan pulau tempat terumbu karang berada dan pertumbuhan karang yang terus terjadi maka terumbu karang tersebut akan menjadi terumbu karang atol.

(Gambar 2. Evolusi menurut Daly )
Ø  Berikut merupakan perbandingan teori Evolusi terbentuknya Terumbu karang menurut Darwin dan Daly ;

                                                                                           


2.      Sedangkan untuk evolusi karang, masih sangat kekurangan informasi sehingga gambaran yang didapatkan sangat minim seperti berikut ;
a.       Sumber utama dalam mempelajari evolusi karang yaitu struktur septa pada fosil-fosil karang yang ditemukan
Ø   Peningkatan atau penurunan kepadatan septa
Peningkatan kepadatan beberapa Procyclotiidae menjadi septa berbentuklembaran pd Faviidae & Caryophylliidae.
Perkembangan yg tdk beraturan pd sklerodermit yg kemudian menjadi septayg berpori sep pd Dendrophylliidae.
Penurunan kepadatan pada Procyclotidae yang lain menjadi septa yang dipenuhi lubang-lubang septa pada Fungiidae.
Ø   Penekanan dinding Epitheca Perkembangan zona tepi dengan Septotheca, Paratheca atau Synapticulotheca dan Struktur Coenesteal akan menekan dinding epitheca, septa pada Faviidae, Fungiidae dan Caryophylliidae.
Ø  Perkembangan koloni

DAFTAR PUSTAKA
Birkerland Charles.1998.Life and Death of Coral Reefs. International Thomson Publishing
Chair Rani.2013.Koralogi evolusi ppt.Universitas Hasanuddin
makalah-pemulihan-terumbu-karang.html





III.         PENUTUP
1.    Kesimpulan
Ø  Terdapat banyak teori maupun argumen yang menjelaskan tentang evolusi karang dan terumbu karang teori yang dinyatakan Darwin dan Daly hampir memiliki kesamaan dalam hal pembentukan terumbu karang.
Ø  Karang merupakan hewan dengan umur yang sangat tua, diperlukan waktu yang cukup lama untuk melihat perkembangannya.


Senin, 24 Desember 2012

RHODOPHYTA


Rhodophyta (Alga Merah)


Alga merah atau Rhodophyta adalah salah satu filum dari alga berdasarkan zat warna atau pigmentasinya. Warna merah pada alga ini disebabkan oleh pigmen fikoeritrin dalam jumlah banyak dibandingkan pigmen klorofilkaroten, dan xantofil.


Alga ini pada umumnya banyak sel (multiseluler) dan makroskopis. Panjangnya antara 10 cm sampai 1 meter dan berbentuk berkas atau lembaran.
Beberapa alga merah memiliki nilai ekonomi sebagai bahan makanan (sebagai pelengkap minuman penyegar ataupun sebagai bahan baku agar-agar). Alga merah sebagai bahan makanan memiliki kandungan serat lunak yang baik bagi kesehatanusus.

Habitat
Sebagian besar alga merah hidup di laut, banyak terdapat di laut tropika. Sebagian kecil hidup di air tawar yang dingin dengan aliran deras dan banyak oksigen. Selain itu ada pula yang hidup di air payau. Alga merah yang banyak ditemukan di laut dalam adalah Gelidium dan Gracilaria, sedang Euchema spinosum menyukai laut dangkal.

Perkembangbiakan
Alga merah berkembangbiak secara vegetatif dan generatif.
a.   Perkembangbiakan vegetatif ganggang merah berlangsung dengan pembentukan spora haploid yang dihasilkan oleh sporangium atau talus ganggang yang diploid. Spora ini selanjutnya tumbuh menjadi ganggang jantan atau betina yang sel-selnya haploid.
b.        Perkembangbiakan generatif ganggang merah dengan oogamipembuahan sel kelamin betina (ovum) oleh sel kelamin jantan (spermatium). Alat perkembangbiakan jantan disebut spermatogonium yang menghasilkanspermatium yang tak berflagel. Sedangkan alat kelamin betina disebutkarpogonium, yang menghasilkan ovum. Hasil pembuahan sel ovum oleh spermatium adalah zigot yang diploid. Selanjutnya, zigot itu akan tumbuh menjadi ganggang baru yang menghasilkan aplanospora dengan pembelahan meiosis. Spora haploid akan tumbuh menjadi ganggang penghasil gamet. Jadi pada ganggang merah terjadi pergiliran keturunan antara sporofit dan gametofit.

Manfaat
Alga merah dapat menyediakan makanan dalam jumlah banyak bagi ikan dan hewanlain yang hidup di laut. Jenis ini juga menjadi bahan makanan bagi manusia misalnyaChondrus crispus (lumut Irlandia) dan beberapa genus PorphyraChondrus crispusdan Gigortina mamilosa menghasilkan karagen yang dimanfaatkan untuk penyamak kulit, bahan pembuat krem, dan obat pencuci rambut. Alga merah lain sepertiGracilaria lichenoidesEuchema spinosumGelidium dan Agardhielladibudidayakan karena menghasilkan bahan serupa gelatin yang dikenal sebagai agar-agarGel ini digunakan oleh para peneliti sebagai medium biakan bakteri dan fase padat pada elektroforesis gel, untuk pengental dalam banyak makanan, perekattekstil, sebagai obat pencahar (laksatif), atau sebagai makanan penutup.

Source: http://id.wikipedia.org/wiki/Rhodophyta

Rhodophyta (algae merah) umumnya warna merah karena adanya protein fikobilin, terutama fikoeritrin, tetapi warnanya bervariasi mulai dari merah ke coklat atau kadang-kadang hijau karena jumlahnya pada setiap pigmen. Dinding sel terdiri dari sellulosa dan gabungan pektik, seperti agar-agar, karaginan dan fursellarin. Hasil makanan cadangannya adalah karbohidrat yang kemerah-merahan. Ada perkapuran di beberapa tempat pada beberapa jenis. Jenis dari divisi ini umumnya makroskopis, filamen, sipon, atau bentuk thallus, beberapa dari mereka bentuknya seperti lumut.

Rhodophyta (ganggang merah) umumnya hidup di laut dan beberapa jenis di air tawar, mengandung pigmen kklorofi a, klorofil d, karoten, fikoeritrin, fikosianin.
Tubuh bersel banyak menyerupai benang atau lembaran. Reproduksi vegetatif dengan spora.

Contoh :
- Batrachospermum
- Gelidium
- Eucheuma
- Gracililaria
- Chondrus
- Porphyra
- Polysiphonia
- Nemalion
-  dll

Peranan ganggang merah :
Eucheuma spinosum, Gracilaris, Gelidium merupakan penghasil agar-agar.
Ganggang merah (Rodophyceae)

Ganggang merah berwarna merah sampai ungu, tetpai ada juga yang lembayung atau pirang atau kemerah – merahan, chromatofora berbentuk cakram atau lemabaran dan mengandung klorofil a, klorofil b dan karoteboid. Akan tetapi, warna lain tertutup oleh warna merah fikoiretrin sebagai pigmen utama yang mengadakan fluoresensi
a. Ciri talus
1. Bentuknya berupa helaian atau berbentuk seperti pohon.
2. Tidak berflagella.
3. Selnya terdiri dari komponen yang berlapis – lapis.
4. Mempunyai pigmen fotosintetik fikobilin, memiliki pirenoid yang terletak didalam koroplas, pirenoid berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan atau hasil asimilasi.

b. Cara hidup
Ganggang merah umumnya bersifat autotrof, ada juga yang heterotrof, yaitu yang tidak memiliki kromatofora dan biasanya parasit pada ganggang lain.

c. Habitat
Umumnya hidup di laut yang dalam dari pada tempat hidup ganggang coklat. Hidup diperairan tawar.

d. Reproduksi
Bereproduksi secara seksual dengan pembentukan dua ateridium pada ujung – ujung cabang talus. Arteridium menghasilakn gamet jantang yang berupa spermatium dan betinanya karpogamium terdapat pada ujung cabang lainnya.
Reproduksi aseksual terjadi dengan pembentukan tetraspora kemudian menjadi gametania jantan dan gametania betina, akan membentuk satu karkospofrafit. Karkosporafit akan menghasil tentranspora.
Contoh anggota ganggang merah antara lain: porallina, parmalia, bateracospermum moniniformi, gelidium, gracilaria,eucheuma, dan skinaia furkellata.
e. Peran ganggang merah pada kehidupan.
Manfaatnya antara lain sebagai bahan makanan dan kosmetik.misalnya eucheuma spinosum , selain itu juga dipakai untuk mengeraskan atau memadatkan media pertumbuhan bakteri.
Berwarna merah sampai ungu, kromotofora berbentuk cakram atau sesuatu lembaran, sebagai hasil asimilasi terdapat sejenis karbohidrat yang disebut tepung floride, hidupnya diair laut, da berkembang biak secara aseksual, yaitu dengan pembentuka spora dan seksual atau oogami.
Sebaran alga atau rumput laut diindnesia ada beberapa jenis yaitu rumput laut penghasil agar-agar (agarophyte) diantaranya adalah Gracillaria sp, Gelidium, Gelediupsis, Hypnea, dan rumput laut penghasil keraginan yaitu  spinosum, Euchema catini  dan Eucheuma striatum. Selain itu juga rumput laut penghasil algin yaitu sargasum, Marcocystis, dan lessonia.

Klasifikasi dari alga merah ini sebagai berikut :
Division     : Rhodophycophyta
    Classis     : Rhodophyceae
       Ordo        : Gigartinales
         Family    : Gracilariaceae
           Genus     : Gracilaria
              Species     : Gracilaria  sp


Adapun alga dari devisi ini ditandai oleh sifat-sifat sebagai berikut :
Ø    Dalam reproduksinya tidak mempunyai stadia gamet berbulu cambuk
Ø    Reproduksi seksual denga karpogonia dan spermatia
Ø    Pertumbuhannya bersifat uniaksial (astu sel diujung thallus) dan multikasial (banyak sel diujung thallus).
Ø    Alat perekat (Holdfast) terdiri dari perakan sel tunggal atau sel banyak.
Ø    Memiliki pigmen fikobilin yang terdiri dari fikoeritrin (berwarna merah) dan fikosianin (berwarna biru)
Ø    Bersifat adaptasi kromatik, yaitu memiliki penyesuaian antara proporsi
pigmen dengan berbagai kualitas pencahayaan dan  dapat menimbulkan berbagai warna pada thalli seperti : merah tua, Merah muda, pirang, coklat kuning dan hijau.
Ø    Memilki persediaan makanan berupa kanji (Floridean starch).
Ø    Dalam dinding selnya terdapat selulosa, agar, carragean, porpiran dan fulselaran

Rabu, 19 Desember 2012

MANGROVE

Mangrove merupakan merupakan ekosistem laut tropis, tumbuh di sepanjang pantai atau muara sungai.Adanya pengaruh air laut dan air dari daratan serta dipengaruhi oleh pasang surut. Mangrove merupakan kombinasi antara:
mangue (bahasa Portugis)---tumbuhan
grove (bahasa Inggris)---hutan belukar atau hutan kecil

1. Karakteristik Habitat Hutan Mangrove
• Umumnya tumbuh pada daerah intertidal
• Jenis tanahnya berlumpur, berlempung atau berpasir
• Daerahnya tergenang air laut secara berkala
• Menerima pasokan air tawar yang cukup dari darat
• Terlindung dari gelombang besar dan arus pasang surut yang kuat

• Banyak ditemukan di pantai yang terlindungi, teluk dangkal, estuaria
• Air bersalinitas payau (2‐22 permil) hingga asin (38 permil)

global distribution of coral, mangrove and seagrass diversity

 

2. Distribusi Mangrove
• Terdapat di daerah tropis dan beberapa bagian di sub tropis
• Vegetasi hutan mangrove di indonesia memiliki keanekaragaman jenis yang tinggi
• Di Indonesia terdapat kurang lebih 47 jenis tumbuhan yang spesifik hutan mangrove
• Empat famili yang terdapat pada ekosistem mangrove, yaitu :
    -Rhizophoraceae (Rhizophora, Bruguiera, Ceriops)
    -Sonneratiaceae (Sonneratia)
    -Avecenniaceae (Avicennia)
    -Meliaceae (Xylocarpus)

3. Fungsi dan Manfaat Ekosistem Mangrove
a. Fungsi fisik
• Menjaga garis pantai agar tetap stabil
• Melindungi pantai dari proses erosi
• Menahan tiupan angin kencang dari laut ke darat
• Menahan sedimen
• Sebagai kawasan penyangga rembesan air laut ke darat
b. Fungsi kimia
• Sebagai tempat terjadinya proses daur ulang yang menghasilkan oksigen
• Sebagai penyerap karbondioksida
• Sebagai pengolah bahan‐bahan limbah hasil pencemaran industri dan kapal‐kapal dilautan
c. Fungsi biologi
• merupakan pemasok bahan organik yang berasal dari sejumlah besar daun dan dahan pohon mangrove yang rontok
• Sebagai daerah asuhan (nursery ground), daerah mencari makanan (feeding ground), dan daerah pemijahan (spawning ground)
• sebagai habitat alami bagi berbagai jenis biota darat dan laut
d. Fungsi ekonomi sebagai sumber devisa
• penghasil kayu: untuk kayu bakar, serta kayu untuk bahan bangunan dan perabot rumah tangga
• Penghasil bahan baku industri, misalnya kertas, obat‐obatan
• Penghasil bibit ikan, udang, kerang, kepeting dll
e. Fungsi lain (wanawisata)
• sebagai kawasan wisata alam pantai dengan keindahan vegetasi dan satwa
• sebagai tempat pendidikan, konservasi, dan penelitian

4. Daur Hidup
• Daur hidup vegetasi mangrove memiliki daur hidup yang khusus
• Reproduksi dengan Propagule

Rantai Makanan di Ekosistem Mangrove
Rantai Makanan di Ekosistem Mangrove


5. Zonasi Hutan Mangrove

a. Pembagian kawasan mangrove berdasarkan perbedaan penggenangan:
    - Zona proksimal, yaitu kawasan yang terdekat dengan laut. (R. apiculata, R.mucronata, san S.alba)
    - Zona middle, yaitu zona yang terletak antara laut dan darat.(S.caseolaris, R.alba, B.gymnorrhiza, A.marina, A.officinalis, dan Ceriops tagal)
    - Zona distal, yaitu zona yang terjauh dari laut. (Pongamida, Pandanus, Hibiscus)
b. Pembagian zona berdasarkan jenis vegetasi yang mendominasi dari arah laut ke daratan.
    - Zona Avecennia, terletak pada lapisan paling luar dari hutan mangrove. Pada zona ini tanah agak berpasir dan lumpur berpasir dan berkadar garam tinggi.
    - Zona Rhizophora, terletak dibelakang zona Avecennia dan Sonneratia. Pada zona ini tanah berlumpur lembek dengan kadar garam lebih rendah.
    - Zona Bruguiera, terletak dibelakang zona Rhizophora. Pada zona ini tanah berlumpur agak keras dan perakaran tanaman lebih peka.
    - Zona Nypah, yaitu zona pembatas antara daratan dan lautan, namun zona ini jarang ada bila tidak terdapat air tawar yang mengalir.


Zonasi alami mangrove
Zonasi alami mangrove


6. Adaptasi pohon mangrove

a. Adaptasi Terhadap kadar Oksigen Rendah Pohon mangrove memiliki perakaran yang khas untuk mengambil oksigen dari udara:
    - bertipe cakar ayam yang mempunyai pneumatofora (mis: Avecennia, Xylocarpus, Sonneratia)
    - bertipe penyangga/tongkat yang memiliki lentisel (mis: Rhizophora)
b. Adaptasi Terhadap Tanah yang kurang stabil dan adanya pasang surut
    - Mengembangkan struktur akar yang sangat ekstensif dan membentuk jaringan horizontal yang lebar sehingga memperkokoh pohon.
c. Adaptasi terhadap kadar garam tinggi
    - Beberapa jenis bakau menghindari banyaknya garam dengan cara menyaring melalui bagian akarnya. Beberapa spesies dapat menyaring sampai 90% kadar garam air laut. (Rhizophora, Ceriops, Bruguiera) termasuk spesies penyaring garam (salt‐excluders.)
    - Secepatnya mengeluarkan garam yang masuk ke dalam sistem pepohonan melalui pori2 daun. (Avicennia, Sonneratia and Acanthus).


Avicennia, Sonneratia and Acanthus
Kristal garam yang dikeluarkan melalui pori daun
    - Menumpuk kelebihan garam pada kulit batang pohon dan daun tua yang akan terlepas dan jatuh dari pohon tersebut. (Avicennia, Sonneratia dan Ceriops)
    - Berdaun kuat dan mengandung banyak air
    - Mempunyai banyak jaringan internal penyimpan air dan kosentrasi garam tinggi

7. Sistem Perakaran pada pohon Mangrove
Fungsi Akar: menunjang pohon berdiri, untuk mendapat oksigen dan bahan nutrien yang penting, memperkokoh berdirinya pohon.
Macam‐macam jenis akar
1. Akar tongkat atau penyangga, yang akarnya berbentuk strutur jaringan kabel melebar (stilt atau prop roots). Akar ini mencuat dari batang bercabang‐cabang ke bawah permukaan lumpur dan menggantung Contoh: Rhizophora sp

Akar tongkat atau penyangga (Rhizophora sp)
Akar tongkat atau penyangga (Rhizophora sp)

2. Akar papan, yang akarnya tebal, posisinya tegak atau pipih (buttress roots). Contoh: Ceriops sp, Xylocarpus sp.

buttress roots
Akar Papan

3. Akar lutut, akar yang tumbuh mendatar dan bergelombang diatas dan dibawah permukaan air. Akar nya mencuat ke atas permukaan tanah dan kemudian masuk kembali menancap ke tanah (knee roots). Contoh: Bruguiera sp

Akar lutut
Akar Lutut

4. Akar cakar ayam/alar pasak, akar yang tumbuh berpencar dengan anak akar muncul dipermukaan air seperti tombak yang diberdirikan yang mencuat dari bawah ke atas. disebut juga sebagai snorkel roots karena bentuknya yang seperti pipa snorkel. Contoh: Avicennia sp, Sonneratia sp


akar cakar ayam,Avicennia sp, Sonneratia sp
Akar cakar ayam


8. Fauna Mangrove
Fauna yang terdapat di ekosistem mangrove terdiri:
a. Fauna terestrial kebanyakan hidup di pohon mangrove contoh: insekta, ular, primata, burung
b. Fauna perairan
    - yang hidup di kolom air; ikan dan udang
    - yang menempati substrat keras /lunak; kepiting, kerang
Klasifikasi fauna pada hutan mangrove berdasarkan habitat Berry (1972):
- Epifauna (surface fauna), adalah fauna yang hidup di atas permukaan tanah
- Infauna, adalah fauna yang hidup di bawah permukaan tanah
Klasifikasi fauna mangrove (Tee, 1982):
a. Kelompok mobile seperti Gastropoda, Krustasea, dan Polychaeta.
b. Kelompok sessile seperti jenis Bivalvia

9. Pola penyebaran fauna mangrove secara berkelompok berdasarkan salinitas Menurut Plaziat (1984):

a. Fauna yang berada di zona mangrove bagian depan atau di dekat laut
    - mampu beradaptasi terhadap perubahan salinitas
b. Fauna yang berada di zona mangrove bagian tengah (payau)
    - dipengaruhi oleh fluktuasi salinitas
c. Fauna yang berada di zona mangrove di belakang/bagian dalam
    - beradaptasi terhadap fluktuasi salinitas yang rendah


Diagram ilustrasi penyebaran fauna di habitat ekosistem mangrove
Diagram ilustrasi penyebaran fauna di habitat ekosistem mangrove


10. Fauna sebagai SD perairan yang sering ditemukan di ekosistem mangrove:
a.Ikan
•Ikan penetap sejati yaitu ikan yang seluruh siklus hidupnya dijalankan di daerah hutan mangrove
contoh: ikan Blodok (Periopthalmus sp).
adaptasi: sistem pernapasan; kantung bervaskularisasi didalam rongga mulut
dan ruangan‐ ruangan insang
•Ikan penetap sementara yaitu ikan yang berasosiasi dengan hutan mangrove selama periode anakan, tetapi saat dewasa cenderung menggerombol di sepanjang pantai yang berdekatan dengan hutan mangrove
contoh: ikan belanak, ikan Kuweh (Carangidae), dan ikan Kapasan
•Ikan pengunjung pada periode pasang yaitu ikan yang berkunjung ke hutan mangrovepada saat air pasang untuk mencari makan
contoh: Krot, ikan Barakuda, Alu‐alu